Bekerja sama dengan ITB, Senin, 2 Mei lalu, Bank Mandiri mengadakan “Workshop Wirausaha Mandiri “ yang bertujuan untuk membahas prospek sebagai wirausaha. Acara ini dibawakan oleh Artika Sari Dewi dengan beberapa pembicara seperti Purbaya Yudhi Sadewo, Direktur Danareksa Sekuritas Abdul Sobur, pengusaha kriya Wawa Sulaeman, entrepreneur maupun para wirausahawan mandiri seperti Saptuari Sugiharto, Elang Gumilang, serta artis Dian Sastrowardoyo.
Workshop dibagi dalam beberapa sesi topik pembicaraan, diawali dengan membahas perekonomian di Indonesia dan diisi cerita pengalaman maupun kiat sukses dari entrepreneur dan wirausahawan yang diundang. Artis Dian Sastro, sebagai sebagai Duta Wirausaha Mandiri dari Bank Mandiri, bercerita tentang usaha yang telah dikelolanya maupun rencana-rencana usaha yang akan dikembangkannya.
Yang menarik, acara ini tidak membosankan. Pembicara mampu membawa materi dan suasana workshop dengan baik. Selain itu, disela-sela acara terdapat beberapa peserta yang meminta untuk bersalaman dan foto bersama dengan artis Dian Sastro.
Sebagai penutup acara, digelar sebuah panggung hiburan yang cukup ramai dengan bintang tamu artis Ari Lasso dan Maliq and D’Essesential di lapangan basket Campus Center Sayap Barat. (Int)
Buat kamu yang masih asing mendengar nama unit “Ganesha Bicyclers” (GB), mungkin tidak heran. Unit yang satu ini memang masih terbilang baru karena belum satu tahun unit ini berkiprah di kampus ITB. Tapi GB sudah bisa membuat acara Bike For Love (BFL) pada Minggu, 11 Mei 2008 lalu.
Dalam acara ini, cukup membayar Rp 20.000 (mahasiswa) dan Rp 30.000 (umum), peserta bisa mengikuti acara bersepeda ria menelusuri rute sepanjang 22 km, start dari kampus ITB – Pasteur – Braga – Monumen Perjuangan dan kembali lagi ke kampus. Yang membuat acara berbeda, selama menempuh rute akan ada pos-pos check point. Di setiap pos selain bisa beristirahat, peserta akan mendapat kertas pertanyaan. Bagi peserta yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar, akan mendapat hadiah setelah diundi terlebih dahulu. Selain itu, ada doorprise yang telah disiapkan panitia diakhir acara dengan hadiah utamanya televisi.
Acara ini sebenarnya cukup menyenangkan, apalagi pesertanya yang berjumlah 100-an orang, termasuk anak 12 tahun, mengikuti rute bersepeda dengan semangat. Buktinya, 22 km bisa ditempuh dalam 1jam-an saja. Peserta yang umunya anggota komunitas sepeda, tidak merasa berat dengan jarak ini. Ternyata ada peserta yang pernah melakukan perjalanan Bandung – Jogjakarta selama 27 jam! Di samping itu setelah melakukan rute BFL, peserta diberi makan siang serta hiburan Bike Trial oleh Hans (GB) dan aksi panggung dari Que, Cozza, dan Apres di lapangan basket CC Barat ITB.
Sayangnya, sebelum benar-benar selesai banyak peserta sudah meninggalkan acara. Selain itu, menurut salah satu peserta, BFL kurang publikasi dan selama acara terlihat susunan acara kurang terorganisir.
Hal ini diakui Alvi (TL ’06) selaku ketua acara, karena menurutnya acara ini merupakan acara perdana bagi GB yang masih merupakan unit baru. Namun Alvi berharap, BFL dapat menjadi acara rutin dan dengan acara ini GB semakin dikenal masyarakat luas. (inta/putri)